KEGAGALAN REFORMASI HUKUM KELUARGA ISLAM IMPLIKASI DISPENSASI NIKAH TERHADAP KEMATIAN REMAJA DI NGADIREJO TEMANGGUNG

Authors

  • FUZLYI MASTAROKHAH UIN SALATIGA

Keywords:

Reformasi Hukum, Dispensasi Nikah, Lawrence Friedman

Abstract

Artikel ini menelaah kegagalan reformasi hukum keluarga Islam dalam menekan praktik dispensasi nikah yang berdampak fatal terhadap keselamatan remaja, khususnya di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Berdasarkan data BPS 2020–2022, sekitar 10–15% perkawinan di Temanggung melibatkan anak di bawah umur. Salah satu kasus di Desa Ngadirejo tahun 2021 memperlihatkan paradoks hukum, ketika seorang gadis berusia 14 tahun yang menjadi korban pemerkosaan dinikahkan dengan pelaku melalui dispensasi dari pengadilan agama dengan alasan “kepentingan anak”. Setelah menikah, korban meninggal dunia saat melahirkan karena kondisi tubuh yang belum siap secara biologis, menunjukkan lemahnya perlindungan hukum bagi anak perempuan. Penelitian ini menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman yang meliputi struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara, dan analisis deskriptif terhadap dinamika hukum dan budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, struktur hukum tidak mampu mengendalikan penyimpangan praktik dispensasi; kedua, substansi hukum dalam reformasi keluarga belum menyentuh konteks sosial-ekonomi masyarakat pedesaan; dan ketiga, budaya hukum masyarakat Ngadirejo masih menormalkan perkawinan anak sebagai cara menjaga kehormatan keluarga. Akibatnya, reformasi hukum keluarga Islam gagal melindungi hak dan keselamatan anak perempuan, karena terhambat oleh lemahnya implementasi dan kuatnya tekanan sosial budaya.

Downloads

Published

2026-01-26

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.