TRADISI HILEIYA SEBAGAI MANIFESTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA
Studi Analisis Pemikiran Edmund Husserl
Keywords:
Hileiya, Moderasi Beragama, Edmund HusserlAbstract
Indonesia dengan keberagaman menjadi tantangan yang menimbulkan dampak negatif jika tidak direspon dengan bijak, seperti sikap intoleran. Dalam hal ini, moderasi beragama berperan penting karena moderasi beragama mengedepankan keseimbangan yang baik dalam praktik-praktik sosial budaya, seperti pada trdisi Hileiya yang ada di Gorontalo. Untuk itu, penulis mencoba untuk menganalisis nilai moderasi beragama pada tradisi Hileiya dengan menggunakan pemikiran Husserl, maka judul tulisan ini yaitu “Tradisi Hileiya sebagai Manifestasi Nilai-nilai Moderasi Beragama: Studi Analisis Pemikiran Edmund Husserl” dengan tujuan untuk mengungkapkan nilai moderasi beragama pada tradisi Hileiya ditinjau dari pemikiran fenomenologi Husserl. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil yang ditemukan yaitu pada konsep fenomenologi Husserl (Epoche, Reduksi, Intensionalitas, Lebenswelt) menemukan bahwa dalam tradisi Hileiya terdapat nilai moderasi beragama seperti kesadaran kolektif, keseimbangan antara agama dan budaya, serta anti-ekstremisme.





