Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy <p>Philosophy and Local Wisdom Journal, ISSN 0853-1870 on a scientific journal that focuses on publishing research results in philosophy and Local Wisdom and Islamic thought. This journal is published periodically twice a year in June and December. The journal is open to researchers, practitioners, and religious, humanitarian, and culture. This journal is managed and published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy of Faculty of Ushuluddin and Da'wah of Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. Experts will review all articles before being accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.</p> en-US jurnalpillow@gmail.com (Arfan Nusi) jurnalpillow@gmail.com (Aminuddin) Sun, 08 Jan 2023 03:45:31 +0800 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Makna filosofis tradisi motimualo oleh masyarakat Gorontalo dalam bingkai pemikiran Cornelis Anthonie Van Peursen https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/516 <p>Penelitian ini merupakan sebuah refleksi dari konsep filsafat Van Peursen yang selama ini digadang-gadang sebagai pemikir Barat dalam konsep filsafat kebudayaan. Gagasan besar dari filsafat kebudayaan Peursen meliputi tiga aspek yaitu alam pikir mistik, ontologis dan fungsional. Dari konsep ini, penulis mencoba menggali makna filsofosis dari tradisi Motimualo dalam ritus masyarakat Gorontalo untuk merumuskan beberapa aspek positif dan taraf rasionalitas sebuah tradisi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan teoritis-filosofis. Untuk pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui perumusan pemikiran van peursen, terdapat beberapa implikasi yang termuat di dalam tradisi motimualo secara filosofis yakni, emansipasi, rasionalisasi, solidaritas, perhatian, empati serta tanggung jawab terhadap sesama.</p> Nasar Lundeto Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/516 Sun, 08 Jan 2023 00:00:00 +0800 Fenomena kemunculan islamophobia dan pengaruhnya terhadap pemahaman Islam secara umum https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/517 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membahas kemunculan Islamopobhia dan pengaruhnya terhadap Islam secara umum. Metode penelitian merupakan jenis kualitatif melalui studi pustaka dengan menerapkan analisis isi. Penelitian ini membahas bagaimana fenomena kemunculan Islamophobia yang terjadi di Eropa dan dampaknya terhadap pemahaman Islam secara umum. Penelitian ini menarik untuk dilakukan penelitian lebih mendalam karena melihat banyaknya klaim-klaim masyarakat secara luas tentang tuduhan-tuduhan mereka terhadap Islam yang sebenarnya yang dipahami bahwa hakikatnya Islam mengajarkan kasih sayang terhadap kemajemukan, menghargai perbedaan dan toleransi. Rekomendasi penelitian ini adalah peneliti lain dan tokoh-tokoh masyarakat serta umat islam pada umumnya untuk meberikan kesan baik terhadap Islam kepada masyarakat luas dalam rangka meminimalisir kesalahpahaman terhadap Islam yang sesungguhnya.</p> Siti Khotijah Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/517 Sun, 08 Jan 2023 00:00:00 +0800 Takdir dan kausalitas dalam pandangan Murtadha Muthahhari https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/518 <p>Tulisan ini mengkaji konsepsi Murtadha Muthahhari tentang takdir. Melalui studi literatur, secara kritis tulisan ini mengungkapkan upaya Muthahhari dalam menemukan sintesis dari dialektika antara Jabariyah dengan Qadariyah. Kajian ini didasari oleh kenyataan bahwa persoalan takdir merupakan satu di antara persoalan pelik di bidang teologi Islam. Dalam sejarah pemikiran Islam muncul Jabariyah dan Qadariyah yang sangat bertolak belakang dalam memahami takdir. Abu Hasan al-Asy‟ari datang dengan konsep kasb untuk menengahi keduanya. Berbeda dari al-Asy‟ari, Murtadha Muthahhari tidak menerima atau menolak secara keseluruhan kedua paham ini. Di tangannya persoalan takdir menjadi menarik karena dikaitkan dengan hukum kausalitas. Baginya takdir adalah keniscayaan berlakunya hukum kausalitas bagi suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Muthahhari juga membagi hukum kausalitas menjadi dua: material dan spiritual. Walaupun keduanya sama-sama bisa memengaruhi nasib manusia, yang kedualah yang lebih menentukan jalannya nasib dan sejarah manusia.</p> Izzuddin, Rifki Abror Ananda, Ahmad Khoirul Fata Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/518 Sun, 08 Jan 2023 00:00:00 +0800 Luhurnya nasionalisme di area tapal batas kampung Wonorejo, Papua https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/522 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Luhurnya Nasionalisme di area tapal batas kampung wonorejo, papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif kualitatif. Lokasi dan subjek penelitian ialah pemerintah kampungdan warga kampung. Dan subyek penelitian adalah pemerintah dan warga yang dianggap mampu memberikan informasi terkait dengan permasalahan yang diteliti yaitu integrasi nilai-nilai nasionalisme kampung wonorejo. Sumber data utama, yaitu pemerintah, warga, tempat dan kejadian. Teknik pengumpulan data menggunkan wawancara, observasi. Pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan triangulasi data/sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penerikan simpulan. Nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tumbuhnya gerakan .ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ini pun tampak pula dalam dunia kita saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasananya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan.</p> Agung Yulistian Matia Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/522 Wed, 28 Dec 2022 00:00:00 +0800 Tradisi momasoro pada masyarakat Lauje di desa Palasa Kabupaten Parigi Moutong https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/523 <p>Momasoro adalah pelepasan perahu, yaitu sebuah ritual masyarakat suku Lauje yang dilakukan setiap akhir tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta yang memberikan kesuburan atas hasil bumi dan penghidupan terhadap tumbuhan dan hewan. Selain itu juga momasoro menjadi sarana pengobatan yang dipercaya masyarakat suku Lauje. Upacara pelepasan perahu ini dilaksanakan di tepi pantai dengan menghanyutkan perahu yang berisikan sesajen. Semua kegiatan dalam tradisi ini yang mengendalikan adalah olongiyan (kepala adat) termasuk para penari sehingga bacaan maupun doa dibacakan oleh olongiyan . Dari proses itulah olongiyan berinteraksi dengan roh halus untuk meminta izin kepada tuan tanah. Masyarakat suku Lauje terus melestarikan budaya adat istiadat yang sudah menjadi bagian dari kearifan lokal dengan tidak mengesampingkan kekuasaan Yang Maha Pencipta. Adat istiadat merupakan salah satu pondasi dalam tatanan kehidupan sosial. Untuk menjaganya diperlukan pelestarian agar tetap bertahan hingga anak cucu. Perubahan paradigma kehidupan saat ini, dengan berbagai tantangan kemajuan teknologi adat istiadat hampir punah sehingga dibutuhkan semua pihak untuk dapat menjaga dan melestarikannya.</p> Tita Rostitawati, Muh Rusli, Rahmat Arifudin Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/523 Wed, 28 Dec 2022 00:00:00 +0800 Reaktualisasi ajaran Islam Indonesia (telaah pemikiran Harun Nasution dan A. Mukti Ali) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/524 <p>Indonesia terlahir sebagai negara yang kaya akan keberagaman, baik itu suku, etnis, budaya dan agama. Keberagaman-keberagaman yang kaya ini menimbulkan beberapa dampak dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia terkhususnya pada persoalan keberagaman ideologi dan keyakinan. Dampak-dampak tersebut memberikan pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Tulisan ini mengangkat dan menghidupkan kembali ajaran Islam Indonesia melalui pemikiran pembaharuan Harun Nasution dsn A Mukti Ali. gagasan fundamental Harun Nasution tentang Islam rasional dan gagasan tentang Kerukunan Hidup Beragama oleh Mukti Ali merupakan grand concept dari tulisan ini. Tulisan ini adalah studi kepustakaan tentang pemikiran tokoh. Data dalam tulisan ini fokus pada buku-buku atau karya ilmiah lainnya yang relevan dengan tema dalam penelitian yaitu tentang pemikiran Harun Nasution dan A Mukti Ali. Dengan demikian semua buku-buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pemikiran-pemikiran tersebut akan dikumpulkan untuk dijadikan bahan penulisan artikel ini. Adapaun hasil dari tulisan ini menemukan bahwa perlunya menghidupkan kembali pemikiran Harun Nasution dan Mukti ali karena pemikiran kedua tokoh ini mempunyai orientasi yang sama dengan tujuan menciptakan kerukunan hidup beragama bagi masyarakat Indonesia.</p> Nur Rahmi, Muhammad Taufik Copyright (c) 2022 https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/524 Wed, 28 Dec 2022 00:00:00 +0800 Diskusi Meinong dan Ehrenfels dalam subjektifitas nilai https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/624 <p><em>Artikel ini membahas tentang nilai yang didiskusikan oleh Meinong dan Ehrenfels. Artikel ini ingin menemukan objektif dan subjektif nilai. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui inventarisasi data, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan </em><em>Meinong berargumen objek merupakan fakta psikis yang tidak selalu dihasrati yakni dirasakan. Kawasan kehidupan emosional menggunakan keputusan eksistensial. Nilai merupakan sentiment. Nilai terikat eksistensi. akhir dari nilai adalah Sensasi kenikmatan dasar. Objek harus eksistensi. Ehrenfels Penilai objek harus ada gambaran utuh dengan subjek untuk menilai objek. Kawasan nilai tidak hanya benda, bisa kebaikan moral. Subjek kehilangan kepastian. Awal objek harus terikat, tetapi akhir pemikiranya merubah menjadi sama dengan meionong. Akhir dari nilai bisa kebaikan</em>.</p> Nazar Husain Hadi Pranata Wibawa Copyright (c) 2022 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/624 Mon, 05 Dec 2022 00:00:00 +0800