Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Filsafat dan Kearifan Lokal dengan <a href="https://drive.google.com/file/d/1PYLNyhVbrDA0eq1PQJ5PC0KgrMPGPJCK/view?usp=sharing">e-ISSN: 3063-2099</a> merupakan jurnal ilmiah yang fokus pada penerbitan hasil penelitian di bidang filsafat dan kearifan lokal serta pemikiran Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka untuk peneliti, praktisi, dan pemerhati keagamaan, kemanusiaan, dan budaya. Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh Departemen Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo. Semua artikel akan ditelaah oleh para ahli sebelum diterima untuk diterbitkan. Setiap penulis bertanggung jawab penuh atas isi artikel yang diterbitkan.</span></span></span></span></p> en-US jurnalpillow@gmail.com (Arfan Nusi) jurnalpillow@gmail.com (Aminuddin) Wed, 04 Sep 2024 19:10:54 +0800 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KONSEP MODERASI BERAGAMA DALAM DISKURSUS TAFSIR INKLUSIF https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1799 <p>Tujuan dari tulisan ini adalah mengurai konsep moderasi beragama dalam tafsir-tafsir inklusif yang terus diproduksi oleh mufasir atau cendekiawan moderat agar terus-menerus menjadi pegangan umat secara luas, bagaimana maksud dan apa urgensinya moderasi beragama dalam teks. Selain itu, merespon kelompok-kelompok Muslim yang memahami Al-Qur’an yang terkesan kaku kaku, untuk kemudian dikonstruksi kembali. Karena jelas-jelas merugikan, bahkan penyulut rivalitas. Al-Qur’an samasekali tidak membenarkan adanya praktik kekerasan atas nama agama. Malahan sebaliknya, kalam Allah ini mendorong kepada sikap beragama yang adil, seimbang, toleran dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Tulisan ini ini menggunakan data-data kepustakaan yang bersifat deskriptif analisis dengan merujuk dan mengambil pemikiran para mufassir klasik maupun modern serta merujuk pada buku, artikel jurnal dan tulisan lainnya. Hasil tulisan ini menemukan, melalui pemahaman dasar dalam prinsip-prinsip Al-Qur’an, seseorang yang memiliki pemahaman inklusif dalam beragama sedikit demi sedikit akan melahirkan sikap eksklusif, saling menghargai, menerima dan bersikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat.</p> Rifki Haluti, Arfan Nusi Copyright (c) 2024 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1799 Mon, 12 Aug 2024 00:00:00 +0800 THE HARMONY OF REASON AND SPIRIT https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1711 <p>Al-Ghazali's thought bridges the gap between classical Islamic teachings and modern philosophical inquiries, presenting a holistic view of consciousness that transcends mere neural activities. His insights emphasize the integration of reason and spirituality, reflecting his profound influence on Islamic philosophy and Sufism. This research seeks to delve into Al-Ghazali's understanding of consciousness, identifying its key aspects and contributions to modern discussions on the subject. By examining his works, the study aims to reveal how his conceptual framework can enrich contemporary debates on consciousness.</p> <p>This is a literature-based study that analyzes Al-Ghazali's primary texts along with secondary sources. The research employs content analysis to dissect and categorize the core elements of his thoughts on consciousness, comparative analysis to position his views within broader philosophical contexts, and interpretive analysis to apply his insights to current discussions.</p> <p>Al-Ghazali's view of consciousness is multi-faceted, encompassing rational, spiritual, and moral dimensions. He posits that true understanding and inner peace arise from a harmonious balance between reason and faith. His approach underscores the significance of spiritual discipline and moral integrity as essential components of conscious awareness. Al-Ghazali's integrative perspective on consciousness provides valuable insights for contemporary philosophical discourse. His emphasis on the interplay between rationality, spirituality, and morality offers a comprehensive framework for understanding human consciousness. This study highlights the enduring relevance of Al-Ghazali's thought, advocating for a balanced approach to philosophical inquiries into the nature of consciousness.</p> Zein Muchamad Masykur, Nasar Lundeto, Agung Subagio Aji Copyright (c) 2024 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1711 Mon, 12 Aug 2024 00:00:00 +0800 PEMIKIRAN SUFISTIK SOSROKARTONO SEBAGAI TERAPI BERPIKIR POSITIF https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1748 <p>Sosrokartono adalah mistikus dari Indonesia yang memiliki pemikiran sufistik yang unik dan khas. Ajaran dan pemikiran Sosrokartono mampu mengajak pembacanya untuk berpindah dari kondisi yang penuh gangguan menuku kondisi yang lebih baik dan sehat secara psikis. Pemikiran Sosrokartono yang khas dikategorikan sebagai pemikiran indigenous yang menjadi objek kajian dalam indigenous psikologi. Pemikirannya yang penuh dengan nilai humanis, religious, dan penuh kepedulian yang mampu mempengaruhi pembacanya menjadi sebuah terapi yang melibatkan pikiran. Sehingga dapat mengatasi problematika individu yang kering akan spiritualitas dan sikap materialistic yang mengganggu kesetabilan psikologisnya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah library riset. Pikiran sufistik Sosrokartono tersebut dianalisis dengan metode literatur riview dalam penelitian ini. Ditemukan bahwa pemikiran sufistik Sosrokartono sebagai terapi berpikir positif melalui <em>tekad asih </em>yaitu terapi berpikir positif sebagai proses mengendalikan pikiran negatif dan <em>kantong kosong </em>yaitu puncak <em>laku </em>Sosrokartono yang dapat menjadi modal individu menghindari dan mencegah gangguan psikis.</p> Fian Rizkyan Surya Pambuka, M. Agus Wahyudi, Sidiq Rahmadi, Wahyu Hidayat Copyright (c) 2024 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1748 Mon, 12 Aug 2024 00:00:00 +0800 PEMIKIRAN KOSMOLOGI IBNU ARABI https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1803 <p>Pemikiran kosmologi Ibn Arabi, seorang tokoh utama dalam tradisi mistik Islam, menawarkan wawasan mendalam mengenai struktur dan dinamika alam semesta dari perspektif spiritual dan filosofis. Ibn Arabi, yang dikenal dengan karya-karyanya seperti "<em>Futuhat al-Makkiyah</em>" dan "<em>Tarjuman al-Ashwaq</em>", mengembangkan sebuah kosmologi yang mengintegrasikan konsep-konsep metafisik dengan pandangan tentang realitas fisik. Dalam pandangan Ibn Arabi, alam semesta adalah manifestasi dari Tuhan yang Maha Esa, dan seluruh ciptaan merupakan refleksi dari prinsip-prinsip Ilahi yang tertanam dalam setiap aspek realitas.</p> <p>Konsep utama dalam kosmologi Ibn Arabi adalah "<em>Wahdat al-Wujud</em>" (Kesatuan Wujud), yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada merupakan ekspresi dari eksistensi Tuhan yang tunggal. Ibn Arabi juga menekankan pentingnya "Nur Muhammad" (Cahaya Muhammad) sebagai perantara utama antara Tuhan dan ciptaan, yang memberikan makna dan struktur pada kosmos. Pandangannya tentang kosmos melibatkan pemahaman tentang lapisan-lapisan spiritual dan material yang saling terkait, di mana setiap aspek ciptaan memiliki tujuan dan makna yang lebih dalam.</p> <p>Melalui pendekatan mistisnya, Ibn Arabi memperkenalkan ide bahwa pengetahuan tentang kosmos tidak hanya diperoleh melalui observasi empiris, tetapi juga melalui pengalaman spiritual dan kontemplasi. Kosmologi Ibn Arabi mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan, teologi, dan spiritualitas, dan tetap menjadi sumber inspirasi bagi pemikir dan praktisi mistik hingga saat ini. Abstrak ini menyoroti kontribusi Ibn Arabi dalam memperkaya pemahaman tentang alam semesta, menjembatani antara dimensi material dan spiritual melalui kerangka kosmologi yang holistik dan penelitian menggunakan pendekatan filosofis dan metode kepustakaan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Matroni, Masykur Arif, Aminudin Copyright (c) 2024 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1803 Mon, 12 Aug 2024 00:00:00 +0800 PANDANGAN AQIDAH ISLAM TERHADAP KEPERCAYAAN HARI NAAS (LOWANGA) PADA MASYARAKAT DESA DULUPI https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1814 <p>Penelitian yang berjudul “Pandangan Aqidah Islam Terhadap Kepercayaan Hari Naas (<em>Lowanga</em>) Pada Masyarakat Desa Dulupi” Dengan Rumusan Masalah (1) Bagaimana Kepercayaan Masyarakat Desa Dulupi Terhadap<em> Lowanga</em>. (2) Bagaimana Pandangan Aqidah Islam Terhadap Kepercayaan Hari Naas Atau <em>Lowanga</em>. Dengan tujuan melihat perkembangan sistem kepercayaan <em>lowanga</em> pada kehidupan masyarakat desa Dulupi. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan teologi-normatif, dan pendekatan sosiologi-antropologi. pada pengumpulan data peneliti mengumpulkan data dari informan yang telah ditetapkan sesuai dengan pendekatan dan jenis penelitian. dengan sumber datanya dari dua sumber yakni: data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini di temukan beberapa hal sebagai berikut: lowanga merupakan keadaan atau waktu yang dihindari masyarakat sebelum melakukan sesuatu. masyarakat lokal meyakini adanya suatu tanda yang menandakan kesialan atau naas pada sistem kepercayaan <em>lowanga</em>. lowanga dijadikan sebagai salah satu perangkat tradisi sekaligus simbol dalam pelaksanaan adat tertentu yang memiliki batasan-batasan penerapaannya. Dalam pandangan Islam menyoal tentang kepercayaan terhadap hal mistis dapat menjerumuskan pada syirik. Namun pada kenyataannya kepercayaan<em> Lowanga</em> hanya dijadikan sebagai bentuk ikhtiar dan tidak lari dari ajaran Islam. Implikasi penelitian ini ialah memahami secara benar nilai-nilai adat terutama <em>lowanga</em> dalam realisasi makna yang sesuai dengan al-Qur’an Hadits.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Indra Syawal Indah, Rahmawati Caco, Kamaruddin Copyright (c) 2024 Philosophy and Local Wisdom Journal (Pillow) https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/philosophy/article/view/1814 Sun, 18 Aug 2024 00:00:00 +0800