KAJIAN HADIS TENTANG HAID DAN IMPLIKASINYA DALAM IBADAH WANITA

Penulis

  • Ali Junandar Sumaga Mahasiswa

Kata Kunci:

Hadis, Haid, Ibadah, Fiqh al-Nisa, Maqashid Al-Syari'ah

Abstrak

Artikel ini membahas hadis-hadis terkait haid dan implikasinya dalam ibadah perempuan Muslim. Kajian ini berangkat dari urgensi pemahaman hadis secara tepat, karena persoalan haid bukan hanya bersifat biologis, melainkan juga memiliki dimensi hukum yang menentukan keabsahan ibadah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), mengandalkan data primer dari kitab-kitab hadis induk seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasa’i, dan Sunan Ibn Majah. Analisis dilakukan melalui kritik sanad dan matan serta pendekatan tematik (maudhu‘i) untuk menyingkap kandungan normatif dan praktis dari hadis-hadis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang haid menegaskan larangan perempuan dalam kondisi haid untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat, puasa, thawaf, dan membaca Al-Qur’an, namun tetap menekankan dimensi spiritual dengan memperbolehkan dzikir dan doa. Selain itu, analisis menunjukkan adanya nilai maqāṣid al-syarī‘ah berupa penjagaan agama dan kehormatan perempuan, sekaligus memberikan implikasi sosial yang menekankan penghormatan terhadap kodrat biologis perempuan. Kajian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman fiqh al-nisā’ serta memberikan kerangka interpretatif bagi umat Islam dalam menghadapi persoalan kontemporer yang berkaitan dengan haid.

Referensi

Abdul Basid. “Konsep Kualitas Hadis dalam Perspektif Ulama Hadis.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an dan Hadis 19, no. 2 (2018): 173–192.

Abū Dāwūd, Sulaymān ibn al-Ash‘ath. Sunan Abī Dāwūd, Kitāb al-Ṭahārah, no. 301. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1420 H.

Ahmad Fauzi. “Pendekatan Maqasid al-Shari’ah dalam Kajian Hadis tentang Haid.” Jurnal Ushuluddin 27, no. 2 (2019): 201–220.

Ahmad Fudhaili. “Hadis Shahih, Hasan, Dhaif: Telaah Kriteria Validitas Hadis Menurut Ulama Klasik dan Kontemporer.” Jurnal Ushuluddin 27, no. 1 (2019): 45–62.

Ahmad Zainuddin. "Analisis Perbandingan Mazhab Syafi'i dan Hanbali dalam Hukum Thawaf bagi Perempuan Haid." Jurnal Hukum Islam 18, no. 1 (2025): 112–130.

Aisyah Nurhidayah. “Analisis Hadis Mawḍū‘ī tentang Haid dan Implikasinya dalam Ibadah Wanita.” Jurnal Studi Islam 15, no. 2 (2023): 45–63.

Ibn Abd al-Barr. Al-Istī‘āb fī Ma‘rifat al-Aṣḥāb, Juz 2. Beirut: Dār al-Fikr, 1998.

Ibn Hajar al-‘Asqalani. Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Juz 3. Beirut: Dar al-Fikr, 1993.

Ibn Ismā‘īl al-Bukhārī, Muhammad. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb al-Ḥajj, Bāb Ikrāh al-Ḥā’iḍ al-Ḥajj. Beirut: Dār Ṭawq al-Najāt, 1422 H, Juz 2.

K. Fadhli, A. Azhari, M. H. Thohari, & K. Firmasyah. “Peningkatan Pemahaman Haid melalui Kajian Fiqih Wanita di Desa Barong Sawahan.” Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 2 (2021): 66–74

Kusnandar. “Studi Kritik Matan Hadis (Naqd al-Matan): Kajian Sejarah dan Metodologi.” Jurnal Studi Hadis Nusantara.

Makhfud. “Implementasi Penelitian Hadits: Kritik Sanad dan Matan Hadits.” Jurnal Tribakti: Pemikiran Keislaman 29, no. 1 (2018): 36–50.

Mālik ibn Anas. Al-Muwaṭṭa’, Kitāb al-Ṭahārah, no. 151. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1415 H.

Muhammad Kudhori. “Argumentasi Fikih Klasik bagi Perempuan Haid dalam Beraktivitas di Masjid, Membaca dan Menyentuh Al-Qur’an.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 14, no. 2 (2020): 205–220.

Muhammad Syukri Albani Nasution. “Metode Tematik dalam Kajian Hadis: Studi Maudhūʿī pada Isu Ibadah.” Jurnal Ushuluddin 28, no. 1 (2020): 33–52.

Muslim ibn al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Ḥajj, Bāb Bayān Anna’l-Ḥā’iḍ Lā Ṭawwaf bi al-Bayt. Beirut: Dār Ihyā’ al-Turāth al-‘Arabī, n.d., Juz 2.

Siti Rahmah. “Perempuan Haid dan Interaksi dengan Al-Qur’an Kontemporer: Perspektif Fiqh Digital.” Jurnal Hukum Islam 20, no. 1 (2024): 55–70.

Siti Rahmah. “Wanita Haid dengan Metode Syarah Perspektif Teologi Islam.” Jurnal Perspektif Ilmu Ushuluddin 5, no. 2 (2022): 145–160.

Wahyudi Irawan. Gender Equality dalam Penyelesaian Nusyuz: Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah. Tesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2024.

Wardah Nuroniyah. “Menakar Ulang Diskursus Menstruasi: Kajian atas Aturan Puasa bagi Perempuan Haid dalam Fikih sebagai Upaya Menghapus Stereotype dan Menstrual Taboo.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 16, no. 1 (2022): 59–76.

Wisnarni. “Thawaf Ifadah bagi Perempuan Haid.” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 4, no. 1 (2021): 45–60.

Yuzaidi. “Metodologi Penelitian Sanad dan Matan Hadis.” Al-Mu’tabar: Jurnal Ilmu Hadis 1, no. 1 (2021): 42–64.

Zul Anwar Ajim Harahap. “Eksistensi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Pembaruan Hukum Pidana di Indonesia.” Istinbāṭ: Jurnal Hukum Islam 16, no. 1 (2018): 1–264.

Diterbitkan

2024-12-20