KAIDAH PENYELESAIAN MUKHTALAF AL-HADIS
Keywords:
Mukhtalaf al-Hadis, Kaidah Hadis, Metodologi Hadis, Kritik HadisAbstract
Artikel ini membahas kaidah-kaidah penyelesaian mukhtalaf al-hadis, yaitu fenomena ketika dua atau lebih hadis tampak saling bertentangan secara tekstual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam penetapan hukum Islam. Latar belakang kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk menegaskan bahwa pertentangan hadis tidak selalu bersifat substantif, melainkan sering kali muncul akibat keterbatasan pemahaman terhadap konteks dan metodologi periwayatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis kaidah-kaidah utama yang digunakan ulama hadis dalam menyelesaikan mukhtalaf al-hadis serta menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kontradiksi semu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer ilmu hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat kaidah pokok dalam penyelesaian mukhtalaf al-hadis, yaitu al-jam‘ wa al-taufiq, al-tarjih, al-naskh, dan tawaqquf, yang masing-masing memiliki dasar ilmiah dan hierarki penerapan tertentu. Selain itu, perbedaan konteks peristiwa, variasi redaksi hadis, kualitas sanad, serta perbedaan pemahaman perawi menjadi faktor utama munculnya kontradiksi tekstual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa mukhtalaf al-hadis bukanlah bukti kelemahan hadis, melainkan menunjukkan kekayaan metodologi ilmu hadis yang sistematis dan relevan dalam menjawab problem keilmuan Islam sepanjang zaman.
Kata Kunci: Mukhtalaf al-Hadis, Kaidah Hadis, Metodologi Hadis, Kritik Hadis
References
Adawiyah Rabiatul, “Kontribusi Imam al-Syafi‘i dalam Penyelesaian Hadis-Hadis Mukhtalif,” Jurnal Ushuluddin 32, no. 2 (2024): h. 145–147.
Amalia Rizki, “Musykil al-Hadits: Telaah Epistemologis dan Metodologis,” Jurnal Living Hadis 5, no. 2 (2020): h. 199–201
Arifin Muhammad Zainal, “Metodologi Penyelesaian Hadis Kontradiktif dalam Pemikiran Ibn Hajar dan Al-Tahawi,” Jurnal Studi Ilmu Hadis 6, no. 1 (2024): h. 55–59.
Azizy Jauhar, “Pendekatan Kontekstual dalam Pemahaman Hadis Kontemporer,” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis 25, no. 2 (2024): h. 112–115.
Is Fadhilah, “Analisis Problem Solving pada Hadis Kontradiktif,” Shahih: Jurnal Ilmu Kewahyuan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), h. 130.
Ismail Nurjannah dan Dhiya Rahmah Yus, “Ikhtilaf Al-Hadits: Penyebab dan Pendekatan Penyelesaiannya,” El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies 1, no. 1 (2024): h. 65.
Izza Nadhira Nurul, Safrina Ariani, dan Restika Agustina, “Memahami Hadis-Hadis Mukhtalif,” AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits 3, no. 1 (2025): h. 40–43.
Kamaluddin M., “Kaidah Penyelesaian Mukhtalaf al-Hadis dalam Perspektif Ulama Hadis,” Jurnal An-Nida’ 44, no. 1 (2020): h. 22–25
Khairuddin K., “Metode Penyelesaian Hadist Mukhtalif: Kajian Ta'arudh al-Adillah,” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 12, no. 1 (2024): h. 23–24.
Khairuddin, “Metode Penyelesaian Hadist Mukhtalif: Kajian Ta'arudh al-Adillah,” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 12, no. 1 (2024): h. 25–26.
Mannan Nuraini A., “Implikasi Metode Tarjih dalam Menyikapi Hadis-Hadis Kontradiktif,” El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies 1, no. 2 (2024): h. 110.
Maryam Siti, “Perbedaan Redaksi dan Konteks dalam Studi Hadis,” Jurnal Al-Dzikra 5, no. 2 (2021): h. 134–137.
Musyafiq Ahmad, “Pemahaman Kontekstual Hadis dalam Wacana Kontemporer,” Jurnal Studi Keislaman 12, no. 2 (2020): h. 210–212
Shobari M. Quraish, “Urgensi Metodologi Pemahaman Hadis dalam Pendidikan Islam Kontemporer,” Jurnal Kajian Keislaman 10, no. 1 (2023): h. 55–57.
Sopian Rahmat, “Analisis Kontradiksi Semu dalam Hadis-Hadis Nabi,” Jurnal Ilmu Ushuluddin 18, no. 1 (2019): h. 66–68
Syaifuddin, Muhammad, “Pendekatan Ulama dalam Menyikapi Hadis-Hadis Mukhtalaf,” Jurnal Ilmu Hadis 2, no. 1 (2019): h. 45–47.
Tujang Bisri, “Al-Nasikh wa al-Mansukh (Deskripsi Metode Interpretasi Hadis Kontradiktif),” Al-Majaalis: Jurnal Dirasat Islamiyah 2, no. 2 (2025): 45–47.
Wahid Abd, Masbur, dan Jamalul Mukminin, “Metode Hadis Shahih dalam Perspektif Muhammadiyah,” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam 5, no. 2 (2024): h. 340–344.
Downloads
Published
Versions
- 2024-12-13 (2)
- 2024-12-13 (1)
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Sandi Sahempa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





