Menghidupkan Masa Depan dengan Mengolah Limbah Kulit Pisang Menjadi Bioenergi melalui Pendekatan Biorefinery dan Kimia Hijau
Abstrak
Limbah kulit pisang merupakan limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi karena mengandung komponen lignoselulosa dan karbohidrat yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi limbah kulit pisang sebagai sumber bioenergi, khususnya bioetanol, berdasarkan karakteristik kimia, metode pengolahan, dan hasil konversi yang dilaporkan dalam penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap publikasi ilmiah yang relevan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan membandingkan kandungan biomassa, tahapan pretreatment, hidrolisis, fermentasi, serta potensi pemanfaatannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa selulosa dan hemiselulosa pada kulit pisang berpotensi dikonversi menjadi gula fermentabel melalui hidrolisis, sedangkan pretreatment berperan dalam meningkatkan aksesibilitas karbohidrat terhadap proses konversi. Produksi bioetanol dipengaruhi oleh metode pengolahan, konsentrasi substrat, jenis mikroorganisme, dan kondisi fermentasi. Salah satu penelitian melaporkan konsentrasi etanol sebesar 32,6 g/L melalui konfigurasi presaccharification and simultaneous saccharification and fermentation (PSSF), sedangkan penelitian lain menunjukkan potensi produksi etanol melalui fermentasi satu tahap. Selain bioetanol, kulit pisang juga berpotensi dimanfaatkan untuk produksi biohidrogen dan pengembangan biorefinery. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit pisang berpeluang mendukung pengembangan energi terbarukan dan pengurangan limbah organik. Namun, optimasi proses serta evaluasi rendemen, kebutuhan energi, dan biaya produksi masih diperlukan untuk menilai kelayakan penerapannya pada skala yang lebih besar.

