Pirolisis Kayu_Biofuel

Penulis

  • Sulpika Samsu UIN Sultan Amai Gorontalo
  • Dea Angriani UIN Sultan Amai Gorontalo
  • Azhar Hasan UIN Sultan Amai Gorontalo
  • Indra Lateka UIN Sultan Amai Gorontalo
  • Suhendra Iskandar UIN Sultan Amai Gorontalo https://orcid.org/0000-0003-1508-9477

Kata Kunci:

Pirolisis Kayu, Biomassa Lignoselulosa, Bio-Oil, Biofuel, Peningkatan Mutu (Upgrading).

Abstrak

Krisis energi global akibat penipisan cadangan bahan bakar fosil dan peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong urgensi transisi menuju energi terbarukan yang berkelanjutan, di mana biomassa lignoselulosa seperti kayu dan limbah industri kehutanan muncul sebagai kandidat potensial melalui siklus karbon net-zero. Pirolisis kayu merupakan metode konversi termokimia efisien yang mendekomposisi material organik pada suhu 300°C hingga 600°C dalam lingkungan hampa oksigen, menghasilkan tiga produk utama: bio-oil (fase cair sebagai prekursor biofuel), biochar (fase padat kaya karbon), dan syngas (fase gas sebagai sumber energi termal). Walaupun pirolisis efektif dalam densifikasi energi biomassa, biooil mentah memiliki kelemahan seperti kadar oksigen tinggi, keasaman korosif, viskositas tinggi, dan ketidakstabilan termal yang menuntut adanya proses peningkatan mutu (upgrading) lanjutan seperti hidrodeoksigenasi katalitik. Penelitian ini membahas mekanisme reaksi kimia, pengaruh parameter operasional (temperatur, laju pemanasan, dan waktu tinggal), serta inovasi teknologi pemurnian guna mengoptimalkan kualitas bio-oil agar layak diaplikasikan sebagai biofuel komersial pengganti bahan bakar fosil.  

 

 

 

Biografi Penulis

Suhendra Iskandar, UIN Sultan Amai Gorontalo

Department of Natural Science Education, UIN Sultan Amai Gorontalo

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-24