EFISIENSI ANGGARAN DAN KINERJA SATKER : TINJAUAN NILAI IKPA BBPOM MAKASSAR DALAM MENINDAKLANJUTI INPRES NO 1 TAHUN 2025

Authors

  • Sitti Hikma Suciati BPOM

DOI:

https://doi.org/10.54045/mutawazin.v6i1.3025

Keywords:

Efisiensi anggaran, IKPA, EKA, Inpres No. 1 Tahun 2025, BBPOM Makassar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi anggaran dan kinerja satuan kerja (satker) melalui tinjauan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Balai Besar POM di Makassar dalam konteks implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kualitas Belanja. Data yang digunakan merupakan capaian kinerja anggaran Balai Besar POM di Makassar periode 2020–2025 dengan fokus pada indikator Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) dan IKPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai IKPA berfluktuasi pada rentang 87,72–96,59, dengan kendala utama terletak pada deviasi Halaman III DIPA, keterlambatan penyerapan anggaran, belanja kontraktual, serta pengelolaan UP/TUP. Meskipun capaian output relatif optimal, aspek efisiensi penggunaan Standar Biaya Keluaran (SBK) masih menunjukkan kelemahan signifikan. Policy paper ini menawarkan delapan alternatif kebijakan berbasis analisis SWOT untuk meningkatkan efisiensi anggaran satker, di antaranya pemetaan program prioritas, penjadwalan anggaran berbasis risiko, penerapan Budget Prioritization Matrix, Collaborative Budgeting, serta Performance-Based Budget Review.

Author Biography

Sitti Hikma Suciati, BPOM

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi anggaran dan kinerja satuan kerja (satker) melalui tinjauan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Balai Besar POM di Makassar dalam konteks implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kualitas Belanja. Data yang digunakan merupakan capaian kinerja anggaran Balai Besar POM di Makassar periode 2020–2025 dengan fokus pada indikator Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA) dan IKPA. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai IKPA berfluktuasi pada rentang 87,72–96,59, dengan kendala utama terletak pada deviasi Halaman III DIPA, keterlambatan penyerapan anggaran, belanja kontraktual, serta pengelolaan UP/TUP. Meskipun capaian output relatif optimal, aspek efisiensi penggunaan Standar Biaya Keluaran (SBK) masih menunjukkan kelemahan signifikan. Policy paper ini menawarkan delapan alternatif kebijakan berbasis analisis SWOT untuk meningkatkan efisiensi anggaran satker, di antaranya pemetaan program prioritas, penjadwalan anggaran berbasis risiko, penerapan Budget Prioritization Matrix, Collaborative Budgeting, serta Performance-Based Budget Review.

Downloads

Published

2025-04-25