MANAJEMEN PARTISIPATIF DAN PENGEMBANGAN TIM DALAM MANAJEMEN MUTU TERPADU
DOI:
https://doi.org/10.58194/jiemr.v4i2.2620Keywords:
Manajemen Partisipatif, Pengembangan Tim, MMTAbstract
Manajemen partisipatif dan pengembangan tim merupakan dua konsep penting dalam manajemen mutu terpadu. Keduanya berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan responsif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil kerja organisasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen partisipatif serta pengembangan tim dalam konteks manajemen mutu terpadu. Tujuan spesifik penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara manajemen partisipatif dan pengembangan tim dalam konteks manajemen mutu terpadu. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi sinergi antara ketiga elemen tersebut serta merumuskan rekomendasi praktis untuk implementasi yang lebih efektif dalam organisasi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, di mana penelitian ini mengandalkan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Proses ini melibatkan analisis mendalam terhadap berbagai sumber, termasuk buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Selain itu, penelitian ini juga mencakup pemilihan dan evaluasi sumber yang kredibel untuk memastikan keakuratan dan relevansi informasi yang diperoleh, sehingga dapat menyajikan temuan yang komprehensif dan bermakna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen partisipatif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengembangan tim, dengan terlihatnya peningkatan komunikasi dan kerjasama antar anggota. Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas hasil kerja dan kepuasan anggota tim. Selain itu, dukungan dari manajemen sangat berperan dalam menciptakan kondisi yang mendukung keberhasilan tim. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggabungan manajemen partisipatif dan pengembangan tim dapat memperkuat manajemen mutu terpadu. Dengan melibatkan semua anggota tim dalam proses pengambilan keputusan dan perbaikan mutu, organisasi mampu mencapai kinerja yang lebih baik.
References
[1] A. Khaliq, “Manajemen Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan pada Mts Muhammadiyah 3 Al-Furqon Banjarmasin,” J. Transform. (Islamic Stud., vol. 1, no. 1, pp. 16–31, 2017.
[2] N. Lakisa, K. Yahiji, and S. S. Posangi, “Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Implikasi Terhadap Peningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo,” Irfani, vol. 15, no. 2, pp. 59–75, 2019, doi: 10.30603/ir.v15i2.1175.
[3] M. Panjaitan, “Peran keterlibatan dan partisipasi karyawan terhadap kinerja karyawan,” J. Manaj., vol. 4, no. 1, pp. 52–60, 2018.
[4] H. Tarigan, U. Salim, E. A. Troena, and M. Setiawan, “Pengetahuan individu dan pengembangan kerja tim berpengaruh terhadap kinerja perusahaan di kawasan industri MM2100 Cikarang, Bekasi,” J. Manaj. dan Kewirausahaan, vol. 14, no. 1, pp. 23–43, 2012.
[5] M. S. P. Hasibuan, “Manajemen sumber daya manusia,” 2008.
[6] C. P. Nurhamidin and K. Yahiji, “Strategi Manajemen Konflik dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis,” J. Pendidik. Islam, vol. 1, no. 2, p. 15, 2023, doi: 10.47134/pjpi.v1i2.238.
[7] M. S. Soim, “Manajemen Pendidikan Islam,” Yogyakarta: Teras, 2013.
[8] I. Sopwandin, I. Dewi, and M. Syah, “MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK: Indonesia,” J. Manaj. Pendidik. Islam Al-Idarah, vol. 5, no. 2, pp. 67–74, 2020.
[9] K. M. Branch, “Participative management and employee and stakeholder involvement,” Manag. Benchmarking Study, pp. 1–27, 2002.
[10] I. S. Budi, “Manajemen Partisipatif; Sebuah Pendekatan dalam Meningkatkan Peran Serta Kader Posyandu dalam Pembangunan Kesehatan di Desa,” J. Ilmu Kesehat. Masy., vol. 2, no. 3, 2011.
[11] B. Basri, “PELAKSANAAN MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI WARGA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA,” SUARA GURU, vol. 4, no. 2, pp. 363–369, 2018.
[12] W. Liu, “Effects of positive mood and job complexity on employee creativity and performance,” Soc. Behav. Personal. an Int. J., vol. 44, no. 5, pp. 865–880, 2016.
[13] S. Hp, “Manajemen Mutu Terpadu (MMT-TQM) teori dan penerapan di lembaga Pendidikan,” Yogyakarta UNY Pres, 2015.
[14] M. Mukhopadhyay, Total quality management in education. Sage, 2005.
[15] S. I. A. Dwiningrum, Desentralisasi dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Pustaka Pelajar, 2011.
[16] S. Luthra, D. Garg, A. Agarwal, and S. K. Mangla, Total quality management (TQM): Principles, methods, and applications. CRC press, 2020.
[17] A. H. Mobonggi, A. R. Mala, I. Sultan, A. Gorontalo, I. Sultan, and A. Gorontalo, “The Role of Information Technology in Islamic School Management : Improving Efficiency and Transparency”.
[18] L. Pateda, N. Jafri, I. Sultan, and A. Gorontalo, “Merdeka Teaching Platform : Integration of Technology in Teacher Professional Education and Skills Development,” pp. 1–11.
[19] A. Mariana and I. R. N. Hula, “Application of Deep Learning in Foreign Language Learning for Boarding Students : Meaningful , Mindful , and Joyful Analysis”.
[20] A. H. Abdullah, S. D. Kadir, F. Ismail, I. Sultan, and A. Gorontalo, “Integration of Technology in Islamic Education Learning : A New Paradigm of Learning Management”.
[21] S. Ismail, I. Sultan, A. Gorontalo, I. Sultan, and A. Gorontalo, “Data-Based Islamic Education Management Utilizes Big Data to Improve the Quality of Education”.
[22] T. S. Maulana, “Manajemen Pendidik dan Peserta Didik Perspektifal-Qur’an dan Hadist,” J. Islam. Educ. Manag. Res., vol. 2, pp. 1–26, 2023, [Online]. Available: https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/JIEMR/article/view/701
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Candra Puspita Nurhamidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






