MISKONSEPSI SISWA TENTANG PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN STRATEGI REMEDIASINYA: KAJIAN LITERATUR
Abstract
Miskonsepsi pada materi pencemaran lingkungan masih menjadi salah satu hambatan utama dalam pembelajaran IPA karena dapat mengganggu proses pembentukan konsep ilmiah yang benar pada peserta didik. Siswa sering mengalami kesalahan pemahaman dalam mengenali indikator pencemaran serta mengklasifikasikan jenis pencemaran dan menjelaskan faktor penyebab hingga menganalisis dampak pencemaran terhadap makhluk hidup dan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk miskonsepsi yang dominan serta menganalisis faktor penyebabnya sekaligus merumuskan strategi remediasi yang efektif berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah maupun buku akademik serta publikasi relevan yang berkaitan dengan topik pencemaran lingkungan dan miskonsepsi siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi dipengaruhi oleh pengetahuan awal siswa yang keliru serta kualitas sumber belajar maupun metode pembelajaran yang kurang partisipatif hingga penyajian konsep yang belum kontekstual. Strategi remediasi yang dinilai efektif meliputi asesmen diagnostik maupun konflik kognitif serta penggunaan media pembelajaran interaktif dan diskusi kolaboratif hingga evaluasi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran pencemaran lingkungan perlu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan penguasaan konsep tetapi juga untuk membangun literasi lingkungan serta sikap peduli terhadap keberlanjutan. Dengan demikian guru dan peneliti serta pengembang bahan ajar perlu berkolaborasi dalam menciptakan pembelajaran yang mampu mencegah dan memperbaiki miskonsepsi secara sistematis.

