Adaptasi Biologis Rafflesia Arnoldi dan Implikasinya Terhadap Upaya Konservasi: Sebuah Studi Literatur
Keywords:
holoparasit, endemik, siklus hidup panjang, bunga bangkai, lalatAbstract
Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan holoparasit obligat endemik Indonesia yang menunjukkan adaptasi biologis ekstrem berupa ketiadaan organ vegetatif dan klorofil serta ketergantungan total pada tanaman inang dari genus Tetrastigma. Adaptasi ini memungkinkan spesies tersebut bertahan pada relung ekologis yang sangat sempit, namun sekaligus menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan dan gangguan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif bentuk-bentuk adaptasi biologis R. arnoldii serta implikasinya terhadap upaya konservasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah bereputasi yang membahas aspek biologi, ekologi, morfologi, mikrobiologi, distribusi habitat, reproduksi, dan konservasi Rafflesia, dengan penekanan pada hasil penelitian lapangan dan pemodelan spasial. Hasil kajian menunjukkan bahwa adaptasi biologis R. arnoldii mencakup holoparasitisme ekstrem, siklus hidup yang panjang dengan tingkat mortalitas kuncup yang tinggi, embriogenesis deterministik, serta ketergantungan kuat terhadap kondisi mikrohabitat seperti kelembapan tinggi, kedekatan dengan sumber air, karakteristik tanah tertentu, dan struktur vegetasi hutan yang stabil. Selain itu, R. arnoldii berasosiasi dengan komunitas mikroorganisme dan penyerbuk tertentu yang membentuk jejaring ekologi kompleks. Pemodelan distribusi spesies mengindikasikan bahwa habitat potensial R. arnoldii bersifat terbatas dan sebagian besar berada di luar kawasan konservasi, sementara upaya konservasi ex situ masih menghadapi kendala besar akibat kompleksitas biologi holoparasit. Kajian ini menyimpulkan bahwa adaptasi biologis R. arnoldii merupakan faktor kunci yang menjelaskan tingginya kerentanan spesies ini terhadap kepunahan. Oleh karena itu, konservasi R. arnoldii memerlukan pendekatan holistik berbasis ekosistem dan lanskap, yang mengintegrasikan perlindungan habitat inang, pengelolaan mikrohabitat, penguatan kebijakan konservasi, serta pengembangan riset lanjutan terkait interaksi molekuler Rafflesia–Tetrastigma dan teknologi perbanyakan berkelanjutan.

