POLA KOMUNIKASI PAGUYUBAN DALAM MENJAGA PERSATUAN ANTARA ANGGOTA ORGANISASI
(Studi Kasus Himpunan Pelajar Mahasiswa Posigadan)
Keywords:
Pola Komunikasi, Organisasi SosialAbstract
Dalam sebuah organisasi hal yang paling terpenting adalah komunikasi. Proses komunikasi dalam suatu organisasi sangat berpengaruh pada efektifitas dalam menjalankan peran, tugas dan tanggung jawab, sebab dalam menyampaikan maupun menerima informasi adalah suatu hal yang tidak mudah. Bentuk informasi dapat di terima dengan baik ketika memiliki pola dan metode yang jelas, agar supaya dapat mencapai tujuan bersama. Penelitian ini mempelajari tengang “Pola Komunikasi Paguyuban Dalam Menjaga Persatuan Antara Anggota Orgnisasi”, dengan tujuan untuk mengetahui bagaiman bentuk pola komunikasi pada organisasi tersebut. Teori yang digunakan adalah Neoklasik (Hubungan Antara Manusia) Pada komunikasi organisasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan pada pendekatan komunikasi. Proses dalam pengimputan data berupa obsevasi, wawancara secara mendalam serta dokumentasi dilapangan. obyek penelitian ini terfokus pada kepengurusan Organsasi Paguyuban Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Posigadan (HPMIP) Periode 2024 dan juga tentang bagaimana Peran Ketua Umum dalam menjaga persatuan anatara anggota.
Dalam penelitian ini menemukan bahwa Pola komunikasi yang terbangun pada organisasi HPMIP adalah bentuk komunikasi formal dan informal dengan melalui kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan komunikasi secara persuasif antara sesama anggota dalam membangun hubungan emosional. Yang dalam hal ini masi berpegang teguh pada sikap persaudaraan sebagai bentuk kekluargaan antra satu sama lain. Sedangkan peran ketua umum dalam membangun proses komunikasi masi terdapat beberapa kendala. Bukan karena pola kominikasinya, tetapi ada beberapa faktor didalamnya yang ada pada latar belakang dari masing-masing individu atau anggota yang mungkin masi kurang pemahamannya dalam berproses di organisasi sehingga, setiap anggota dapat memliki sikap primordial pada masng-masing kelompok tertentul. Oleh sebab itu, ketua umum sangat memberi pengaruh besar pada jalannya komunikasi dalam organisasi agar mampu mencapai tujuan bersama.